Tampilkan postingan dengan label sragen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sragen. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Oktober 2016

Keindahan Waduk Segebyar dari Atas Bukit

Edit Posted by with 1 comment
Waduk Segebyar Sragen
Udah sering lewat Waduk nie, bisa dibilang dah "wira wiri" mengitari jalan disebelah waduk tapi belum tahu kalau di lihat dari atas bukit akan tampak cantik seperti nie hehehe. Baru tahu juga kalau namanya Waduk Segebyar karena sebagian besar orang tahunya bernama Waduk Bayut. Mungkin karena terletak di Desa Segebyar deketnya Desa bayut jadinya ea begitulah....wkwkwkkwkw

Menikmati panorama dari atas bukit menjadi keindahan tersendiri, karena selain mendapatkan bonus panorama juga harus bersusah payah mendaki bukit yang terletak disebelah waduk. Ea bukan bersusah payah se tapi agak sedikit kerja keras untuk sampai ke atas bukit :-)

Sudah ada jalur pendakian nya ciee jalur pendakian yah anggap ajah begitu jadi tinggal ngikutin ajah sampai ke puncaknya. Harus berhati - hati saat mendaki selain jalan nya agak licin medan yang dilalui juga berupa ladang kacang tanah serta cabai milik penduduk sekitar. Jadi jangan sampai mencuri merusak tanaman di sekitarnya yak :-)

Selain Waduk pemandangan lain yang disajikan adalah bukit - bukit yang mengelilingi waduk, salah satunya bukit yang di daki nie nih. Jika cuaca cerah terlihat pula Gunung Lawu disisi tenggara Waduk. Saat kesana langitnya agak mendung jadinya tertutup awan dah Gunung Lawunya ;-(

 Wisata lainnya : Air Terjun Dong Grujug Sragen

Dari ketinggian bentuk waduk menyerupai bentuh hati ternyata, baru tahu =)) 
Walaupun cuaca agak mendung, cukup panas juga di atas bukit karena tak ada pohon untuk berteduh. Sedikit terbantu dengan semilir angin di tempat ketinggian. Saat musim hujan volume air melimpah memenuhi waduk, karena musimnya galau kadang panas kadang hujan jadinya ea ga penuh air nya. katanya habis buat pemancingan juga waduk nya jadi air tidak terisi penuh.

Setelah puas kepanasan menikmati pemandangan diatas bukit saat nya untuk turun. Menuruni bukit harus lebih hati - hati lagi nieh. Jika dilihat dari bawah kemiringan bukit hampir 90 derajad, hampir lho ea hampir wkkwkwkwk

Ok jangan lupa mampir ke Waduk Segebyar saat berkunjung ke Sragen.
Selamat berkunjung (o) (o)

Jumat, 17 Juni 2016

Dung Grujug Sragen ~ Mbolang

Edit Posted by with No comments
Dung Grujug
Berawal dari postingan dimedia sosial yang sedang ramai - ramianya diperbincangkan terutama di kalangan anak muda solo dan sekitarnya, yaitu salah satu wisata alam Air Terjun di Sragen yang belum diketahui oleh banyak orang yang bernama "Dung grujug" hehehee. Membaca komentar - komentar yang ada, katanya Dung Grujug berada di Kecamatan Miri, tak jarang juga yang mengatakan berada di daerah Gemolong dl,,,hmm jadi bingung :-?

Setelah di telusuri lebih lanjut letak Dung Grujug sebenarnya yaitu terletak di Kecamatan Miri tepatnya di Dusun Pungkruk. Penasaran dengan Air Terjun nya yang katanya bagus, serta gambar dipostingan yang sudah kesana juga lumayan dan belum banyak yang tahu juga akhirnya pas hari libur langsung cuuuuus kesana :-)

Asal berangkat ajah kie...belum tahu daerahnya padahal juga orang sragen :-) seperti biasa serahkan semuanya pada Google Map yang akan menuntun jalan kita sampai ke tempat tujuan :-) . Perjalanan lumayan jauh ditambah jalan yang bergoyang serta bergelombang, menelusuri desa, sawah, yang akhirnya nyasar juga hahahaha. Sampai di Desa Doyong tanya orang sekitar, katanya sudah agak dekat sekitar 2km lagi menuju Desa Pungkruk hadeeeeh

Karena Sudah tengah hari perut juga lapar, mampir dulu di warung makan dan sekalian sholat. Tanya lagi kepada pemilik warung letak Dung Grujug katanya sudah dekat. Ternyata lokasinya searah menuju Wisata Gunung Kemukus, hmmmm akhirnya sampai juga (h) (h)

Dung Grujug terletak ditepi desa, melewati jalan setapak yang sempit serta banyak bebatuan. Masuk lokasi wisata tidak dipungut biaya hanya membayar parkir Rp 2.000 ajah. Disana lumayan rame banyak yang memancing dan anak - anak kecil yang "jeburan alias ciblon" :-)
Sungai diatas Air Terjun
 Wisata Lain nya : Museum Purba Sangiran

Air Terjun nya tidak begitu tinggi hanya sekitar 5m yang berasal dari aliran sungai diatasnya. Karena saat nie musim kemarau  airnya terlihat jernih banyak ikan - ikan yang berenang keatas seperti ikan terbang indosia* :D dan aliran airnya tidak begitu besar berbeda saat musim penghujan.
Sekilas Air terjun tampak biasa - biasa ajah, temen bilang seperti sungai belakang rumah :-) yang membuat terlihat berbeda yaitu batuan - batuan kapur yang mengelilingi air terjun. Batuan kapur berwarna putih serta motifnya yang bergaris - garis menjadi keindahan tersendiri.
batuan kapur Dung Grujug
Pengunjung di sini masih didominasi oleh warga sekitar. Tak jarang orang - orang disana bertanya kepada saya " Mbak nya datang dari mana ?" wajah-wajah asing ini seolah - olah menjadi turis di wilayah sendiri wkwkwkwkw. Setelah puas menikmati Air Terjun saatnya pulang....
Setelah ini menempuh perjalanan panjang sampai ke rumah.
Jika melewati Sragen jangan lupa mampir ke Dung Grujug yak atau yang akan berwisata ke Gunung Kemukus boleh sekalian mampir karena lokasinya berdekatan.
(o) (o)

Kamis, 28 Januari 2016

Museum Klaster Bukuran & Ngebung

Edit Posted by with No comments
museum bukuran
Setelah kemarin menjelajah Museum Purbakala Sangiran, tak ketinggalan Rey juga ingin menjelajah Museum yang ada di kawasan Museum Sangiran yang juga merupakan bagian dari situs Sangiran. Ada beberapa Museum yang dibangun untuk menambah keanekaragaman koleksi penemuan sejarah makhluk hidup di Sangiran diantaranya Museum Klaster Bukuran, Ngebung, Dayu, Manyarejo dan Krikilan. Ke 5 Museum tersebut masih berada di kawasan Sangiran dan jaraknya pun tidak begitu jauh dengan Museum Sangiran.

Bersama dengan teman-teman, Rei mengunjungi Museum Klaster Bukuran dan Ngebung, karena kedua situs tersebut yang paling dekat dengan Museum Sangiran. Tidak seperti di Museum Sangiran yang sudah dikenal luas dan ramai pengunjung, Museum Klaster bukuran dan Ngebung masih sepi pengunjung karena kebanyakan masyarakat lebih mengenal Museum Sangiran. Meskipun begitu, kedua Museum tersebut tak kalah menariknya untuk dikunjungi lho.. x-) 
pintu masuk Museum
Mlipir ke Museum Klaster Bukuran dulu yang deket, terletak di Desa Bukuran, Kecamatan kalijambe, Kabupaten Sragen. Tidak perlu bertanya arah karena sudah ada papan petunjuk jalan untuk menuju ke Museum, tinggal ngikutin ajah. jalanya berliku-liku kaya di gunung, iya gunung klaster hahaha. Sampai di Museum sudah ada beberapa pengunjung yang didominasi oleh adek-adek SMP yang sedang mengerjakan tugas mungkin cz pada bawa buku semua :-)

Masuk Museum tidak dipungut biaya alias gratiiiiis cuma ngisi buku tamu ajah biez itu boleh langsung berkeliaran, eh bayar parkirnya Rp 2.000 dhing wkwkkwwk.
Sebagian besar temuan sisa - sisa manusia purba jenis Homo Erectus dari Sangiran ditemukan di situs ini. tempatnya sangat nyaman, bersih serta modern. Klaster Bukuran berisi tentang teori evolusi, semua materi disajikan dengan teknologi modern melalui visual dan grafis yang menarik. Didukung oleh fasilitas televisi yang tidak sedikit, pengunjung seolah - olah menonton film didalam Museum.
Terdapat pula kerangka dan fosil manusia purba. Meskipun tempatnya tidak begitu luas tapi tidak kalah bagusnya dengan Musem Sangiran. Terdapat tempat untuk belajar dan berdiskusi. Karena tempatnya tidak begitu ramai bakal betah berlama - lama di Museum didukung suasanyanya yang adem dan syahdu gimana gitu... :-) Setelah puas melihat -lihat lanjut ke destinasi selanjutnya...





Setelah berjalan kurang lebih 3km dari Museum Klaster Bukuran sampai juga di Museum Klaster Ngebung.Klaster Ngebung terletak didesa Ngebung, Kecamatan kalijambe. Sampai di Museum Ngebung suasana sangat sepi tidak ada pengunjung satu pun. Jangan - jangan tutup nie Museum :-? Tiba - tiba ada suara yang memanggil, ternyata Pak Satpam yang stay di belakang, parkir motor dulu bayar nya Rp 2.000 setelah itu baru masuk Museum gratiiis lagi. Waaah mbolang ngirit hari nie :D
Museum Ngebung
Wisata lain nya : Museum Purba sangiran

Katanya situs Ngebung ini memiliki nilai sejarah yang signifikan karena disanalah pertama kali dilakukan penggalian secara sistematis dengan hasil yang luar biasa. Kegiatan tokoh - tokoh seperti Raden Saleh, J.C van Es, Eugene Dubois, G.H.R Koningswald di informasikan secara lengkap. 

Sama seperti di Klaster Bukuran, di Klaster Ngebung juga menyajikan teknik analisis secara modern dengan bentuk visual yang menarik. Disini juga ditemukan fosil binatang dan sisa - sisa manusia purba. Sangat menyenangkan, bukan.

Jika berkunjung ke Museum Sangiran jangan lupa mampir Ke Museum Klasternya ea...
Selamat berkunjung (o) (o)

Selasa, 01 Desember 2015

Museum Purbakala Sangiran ~ Mbolang

Edit Posted by with No comments

Ketemu weekend lagi, kali ini kepingin mbolang ke Sangiran. Sudah lama kepingin kesana tapi ke pending2 terus dah, akhirnya kesampean juga maen ke Museum Sangiran. Meskipun orang Sragen tapi baru kali ini maen ke Sangiran..hahaha (*sungguh terlalu :D ). Ea karena lokasinya berada di ujung Kota Sragen, perjalanan lumayan jauh serta kondisi jalan yang bergelombang dan berlubang jadinya ea begitulah..hihihihi

Museum sudah terlihat
Museum Sangiran berada di Kecamatan kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa tengah. Merupakan tempat wisata di Sragen yang sudah mendunia dan merupakan salah satu situs warisan dunia UNESCO. Perjalanan menuju Museum kurang lebih sekitar 1 jam, karena belum tahu tempatnya jadi ea ngikut google maps ajah ntar kalau tersesat tanya orang dijalan :D .Jika dari arah Sragen Kota sebaiknya lewat daerah Masaran karena kondisi jalan yang sudah lumayan bagus dan lebih dekat dibandingkan lewat Pungkruk.

Setelah menelusuri jalan yang berkelok kelok serta melewati sawah dan hutan akhirnya sampai juga di Museum Sangiran. Tiket masuk wisata sangat murah hanya Rp 5.000/orang ditambah biaya parkir Rp 2.000 per motor.

Sangiran atau lebih sering disebut dengan Museum Purbakala Sangiran adalah situs arkeologi di Jawa yang diakui oleh ilmuwan untuk menjadi slah satu situs terpenting di dunia untuk mempelajari fosil manusia. Di sinilah lokasi ditemukannya fosil rahang bawah Pithecantropus Erectus. Sudah tidak asing lagi kan dengan nama manusia purba pertama ini..ingat pelajaran sejarah SMP yak :D


Saatnya berkeliling...
Diluar panas banget begitu masuk museum langsung adem jadinya meriang :D terdapat banyak sekali fosil, dan dibagi menjadi beberapa ruang pameran, aula, laboratorium, serta ruang audio visual. Bukan hanya fosil manusia saja, fosil hewan, binatang laut, serta berbagai jenis ikan. Selain fosil terdapat juga lukisan, patung, artifak buatan, batu-batuan serta penjelasan mengenai sejarah manusia purba lengkap. Bila lelah berkeliling bisa istirahat sejenak sambil menonton pemutaran film.


Jika sudah puas keliling museum, tak ada salahnya mampir dulu di kios-kios penjual souvenir. Ada baju, kaos, gantungan kunci, serta baerbagai macam pernak pernik. Buat kenang-kenangan pernah berkunjung ke Museum Sangiran. Bagi yang lapar tak perlu cemas, mampir saja di warung sekeliling Museum. Menu utama nya pop mie karena mudah buatnya :D


Bagi yang suka dengan sejarah pasti betah berlama - lama stay di museum. Sangat baik untuk sarana edukasi anak, memperkenalkan serta belajar sejarah. Tapi kebanyakan pengunjungnya emak-emak yak :-? . Yah mungkin para emak juga penasaran dan ingin tahu tentang nenek moyang kita terdahulu :)
hayooo yang muda jangan kalam sama emak - emak lho ea... :-)




yang belum berkunjung, ayo segera merapat, ynag sudah berkunjung lagi juga boleh atau yang melakukan perjalanan melintasi solo,sragen, purwodadi silahkan mampir. Oh ya Museum buka jam 08.00-16.00 WIB mulai hari Selasa-Minggu. Jangan berkunjung hari Senin ea ntar dapet nya zonk cz Museum tutup hohohohoho





Selamat berkunjung... :) :)